Rabu, 13 Juni 2012

Nyonyonson

Matahari telah tenggelam ke dasar mataku
dan kupanggil dirimu dengan seruap asap keminyan suci ini,sebab
kutahu jumat telah lebur ke dalam diriku menjadi waktu paling sakral.
Kutunggu kedatanganmu di setiap pintu rumahku. Di atas sepat kelapa
yang kubakar.

Dalam wanginya, kulihat kelebatmu sedang membawa cahaya. Cahaya
yang tiba-tiba melarung jiwa. Sampai kudengar pula
suaramu meraba-raba
sedekat hati yang berkata-kata.


Sumber : F Rizal Alief,Nyonyonson, Majalah sastra Horison,Edisi April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar