Selasa, 13 November 2012

Hujan Membawanya Kembali

Bulan november akhirnya tiba
Dimana mentari tak lagi mendominasi...
dan awan mendung kembali menyelimuti
Pertanda rintik-rintik hujan kembali membasahi bumi

Ya...sang hujan kembali tiba...
Ia selalu datang dengan dawai-dawai kesyahduan
Membawa anganku pada kenangan musim lalu
Kenangan antara aku dan dia....
dimana kehangatan cintanya masih menyelimuti ruang-ruang hatiku

Hujan 'kan selalu membawa memori itu kembali
Saat kemesraan adalah bahasa antara aku dan dia...
dan saat kerinduan masih mempersatukan kita dalam satu ikatan..
ikatan yang kini telah sirna seiring musim hujan yang berlalu...

Hujan pun selalu mengharu biru...
Layaknya derai air mataku yang kembali berjatuhan...
dan luka di dalam hatiku yang seolah kembali tersayat
Saat kumencoba mengingat salam perpisahan diantara kita...

Hujan tak akan berhenti sampai disini
Ia akan semakin deras...
Jadi kan kusimpan kepiluan ini...
dan kembali menjalani hidupku
Tanpa dirinya...









Rabu, 07 November 2012

Ayo Memberi...


1,18 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan pendapatan US$ 1.25 (+/- Rp 11.900) per hari, lebih dari 650.000 orang di negara-negara maju hidup tanpa tempat tinggal, sekitar 20 juta orang di Asia dan Afrika hidup dalam kelaparan, dan lebih dari 1,3 miliar orang dari seluruh belahan dunia hidup di bawah garis kemiskinan. Lalu pertanyaannya adalah Apa yang ada di hati dan pikiran kita? dan Apa yang harus kita perbuat?. Orang seringkali berkata " Saya merasa iba...", " Saya merasa kasihan..." atau  " Andaikan saja saya bisa membantu...". Namun hal itu hanyalah pernyataan-pernyataan normatif saja dan tidak akan mengubah apapun. Lantas apa yang harus kita lakukan? yang harus kita lakukan adalah apa yang harus kita perbuat saat ini. Untuk hal itu, maka Tuhan telah menggerakan manusia untuk menciptakan satu buah kata dan juga merupakan suatu bentuk tindakan yang niscaya akan merubah dunia ini menjadi lebih baik. Kata dan bentuk tindakan itu adalah Memberi.
Mengapa harus memberi? sebab memberi merupakan ciri bahwa manusia itu adalah manusia seutuhnya yang memiliki hati dan pikiran. Bahkan, hewan sekali pun telah mencontohkan tindakan memberi terhadap sesamanya, seperti seekor induk cheetah yang berusaha memberikan rasa sayang dan rasa aman kepada anaknya. Selain itu, tindakan memberi menjelaskan mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial, dalam artian manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain di setiap aspek kehidupannya. 
Lalu bagaimana langkah pertama dalam tindakan memberi? yang pertama harus kita lakukan adalah saat memberi, renungkan apa yang ada di hati dan pikiran kita. Apakah kita memberi hanya untuk dilihat oleh seseorang guna mendapat pujian ataukah kita ingin suatu imbalan dan hadiah bagi diri kita sendiri ketika kita memberi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak tepat , karena setidaknya ada tiga hal yang sepatutnya ada di dalam hati dan pikiran kita dalam memberi yaitu keikhlasan, kepercayaan, dan keyakinan. Keikhlasan, artinya kita memberi dengan perasaan yang tulus dan tidak mengharap imbalan apapun apalagi suatu ketenaran. Kepercayaan, artinya kita harus percaya bahwa pihak-pihak dimana kita mendonasikan pemberian kita, akan memanfaatkan bentuk donasi tersebut dengan baik. Sebab, terkadang kita seringkali menjudge pihak-pihak tertentu yang meminta donasi terhadap kita sebagai tindakan penipuan, namun apakah kita telah memberikan penilaian yang benar dan objektif ?. Selanjutnya adalah keyakinan, yakinlah bahwa sekecil apapun pemberian kita, mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan begitu, semangat memberi kita tidak akan mudah luntur dari hari ke hari.
Lalu bagaimana langkah selanjutnya? Tentukan bentuk pemberian apa yang kita inginkan dan kita mampu untuk berikan. Memberi bukanlah suatu hal yang sulit, bahkan merupakan bentuk kebaikan yang paling mudah kita laksanakan. Pemberian itu dapat berupa donasi harta, donor darah, tenaga, pemikiran dan inspirasi, nasihat, kasih sayang dan perlindungan,membersihkan lingkungan sekitar, melaksanakan penghijauan, bahkan senyum hangat serta sapaan ramah juga merupakan pemberian yang sangat berarti. Misalnya saja dalam hal donasi harta, seringkali kita memiliki perasaan sayang jika harus mendonasikan harta kita bahkan untuk kepentingan orang lain ataupun perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Kita seringkali takut harta kita berkurang jika kita menyumbangkan sebagian harta yang kita miliki, padahal hal itu sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada berita yang mengabarkan bahwa orang yang mendonasikan hartanya jatuh miskin dan menderita, Bill Gates saja mendonasikan lebih dari seluruh hartanya yaitu US$ 58 milyar, masih tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Di Indonesia contohnya, kisah seorang nenek yang berkurban dua ekor kambing sangatlah mengharukan, bayangkan saja di saat umurnya telah menginjak usia senja,penghasilannya yang pas-pasan, serta rumahnya yang sangat jauh dari kata sederhana, Ia mampu menyisihkan hartanya untuk membeli dua ekor kambing kurban. Oleh karena tindakannya tersebut, maka berbagai pihak pun bersimpati, mereka memberi sang nenek sejumlah harta benda untuk keberlangsungan sang nenek di masa yang akan datang. Memang, ketika kita berdonasi kita tidak akan langsung menerima manfaat dalam bentuk nyata, tetapi ada satu hal positif yang dapat langsung kita rasakan ketika memberi dengan hati dan pikiran yang sempurna, yaitu perasaan gembira dan bahagia. Apakah materi dapat memberikan kegembiraan dan kebahagiaan yang utuh? Bukankah Kegembiraan dan Kebahagiaan hakiki berasal dari dalam hati?.
Terakhir adalah bagaimana langkah kita selanjutnya setelah kita memberi. Memberi perlu ketetapan hati, ketetapan hati memerlukan komitmen, dan komitmen itu bersifat seumur hidup. Sebab kemiskinan dan penderitaan banyak orang di seluruh dunia tidak akan hilang dalam 40 atau 50 tahun mendatang. Oleh karena itu komitmen terhadap diri sendiri merupakan hal yang sangat penting.
Dengan pemberian yang berkelanjutan maka kemiskinan dapat dikurangi, kelaparan dapat dihindari, tidak ada lagi tunawisma, dan dunia yang lebih baik serta lebih sejahtera dapat kita wujudkan.
Jadi tunggu apalagi,, Ayo Memberi......


“It's not how much we give but how much love we put into giving.”
 Mother Teresa


Minggu, 04 November 2012

Musim Gugur 1998...


Di Musim gugur 1998...
Saat matahari mulai memerah di sebelah barat...
dan daun-daun  pohon aspen yang masih berjatuhan sedari senja menjelang
Lelaki tua terpaku di kursi pengharapan...
Menunggu masa lalu...merajut masa depan

Di musim gugur 1998...
Saat riak sungai pinggir kota bagai menyuarakan desir-desir kerinduan...
dan nyanyian sepasang merpati bagai menandakan kemesraan dan kecintaan
Lelaki tua memegangi tongkat kayu rapuhnya...
Erat....Rapat..
Bagai terlilit takdir kehidupan selama berpuluh tahun silam

Di musim gugur 1998...
Di saat mentari tak lagi menyapa....
dan rembulan berdiri tegak dengan kuasa cahayanya...
Lelaki tua berdiri pasti...
Ia menatap lurus musim dingin yang datang menjelang...
Namun langkahnya tertatih menjejak musim panas sebulan yang  lalu

Di musim gugur 1998...
Lelaki tua pergi pulang
Ia menangis dalam kehampaan...
Ia ringkih dalam keraguan

Rabu, 31 Oktober 2012

Isi Hati Sang Pecinta

Kasih...
Ketika ronamu menjamah sukmaku
Saat senyum manismu menaburkan benih-benih kerinduan di hati...

Kuputuskan terbang bersama sayap-sayap cintamu...
Sebab aku ingin menggapai suatu keniscayaan...
Keniscayaan akan ikatan yang tak lekang oleh zaman..
Layaknya urat nadi yang menyambung hingga akhir batas kehidupan...
Ataupun laksana angin laut yang selalu berhembus ke daratan

Oh...Kasih...
Ini bukanlah sebuah rayuan
Ini adalah kesatuan rasa
Ini adalah kemurnian jiwa...
Jiwa yang terpaku oleh asmara nyata...

Maka kasihku...
Peluklah...peluklah aku...
Dekaplah...dekaplah aku...
Dalam seribu bahasa cinta

Senin, 22 Oktober 2012

Rumah Tua....


Rumah tua....Rumah tua itu adalah jalinan kisah indah masa lalu
Tentang kemesraan dua insan yang dinaungi dewi asmara
dan kenangan akan memberi dan mengasihi,
Memberi cinta yang tercurah dari jiwa,
dan mengasihi kerinduan yang t’lah membuncah dalam dada
                                                 
Rumah tua...Rumah tua itu adalah juga derai air mata
Di saat sepasang insan harus menyerah pada takdir yang membelenggu
dan memaksa bibir tuk bergetar ucapkan kata perpisahan,
Kata yang akan menodai kesucian kalbu
dan akan membekas hingga sangsakala meniupkan bunyinya

Rumah tua...Rumah tua itu adalah aku,
Aku yang akan s’lalu menangisi masa silam
Aku yang s’lalu berharap waktu kan berbalik dari porosnya
Aku yang s’lalu inginkan takdir ‘tuk terulis ulang
Aku yang s’lalu berharap jiwa tuk melayang ke pangkuan sang pujaan

Rumah tua...
Kau adalah kebahagiaan...
Kau adalah kedukaan...
Rumah tua...oh rumah tua...

Rabu, 17 Oktober 2012

Penelitian Koperasi SILOKA (Koperasi Lingkungan Orang-orang Kantor Administrasi ) Kantor Administrasi Daerah Operasional 1 Jakarta PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Koperasi Lingkungan Orang-orang Kantor Administrasi atau yang disingkat koperasi SILOKA, adalah sebuah koperasi yang didirikan di lingkungan kantor administrasi daerah operasional 1 Jakarta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) . Koperasi ini beralamat di Jalan Taman Stasiun Kota No.1 Tamansari, Jakarta Barat. Koperasi ini tergolong masih berusia muda, yaitu didirikan pada tahun 2008. Koperasi SILOKA ini didirikan atas kesepakatan bersama antar karyawan beserta kepala administrasi daerah operasional 1 Jakarta. Tujuan utama dari didirikannya koperasi SILOKA ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya yaitu para karyawan administrasi daerah operasional 1 Jakarta.
Koperasi SILOKA memiliki anggota sebanyak 300 orang, dengan H. Suparman sebagai ketua, Supardi sebagai penasihat, Ivan Affandi sebagai Pengawas, Maryani sebagai Sekretaris, dan Alif Marita sebagai Bendahara.  Koperasi ini merupakan koperasi yang memiliki bidang usaha di sektor simpan pinjam dan penyedia layanan jasa, sehingga dapat dikatakan bahwa koperasi ini berjenis koperasi simpan pinjam. Di bidang simpan pinjam, koperasi SILOKA ini memberikan pinjaman dengan jumlah yang telah disepakati dengan ketentuan bunga sebesar 3%. Tujuan dari pinjaman ini yaitu untuk memberikan keuntungan kepada anggota koperasi SILOKA itu sendiri. Di bidang penyedia layanan jasa, koperasi SILOKA menyediakan jasa pengadaan tenaga kerja (outsourcing), pengadaan jasa cleaning service, dan pengadaan alat-alat operasional kantor. Tujuan dari usaha penyedia layanan jasa yaitu untuk peningkatan arus kas sehingga keuntungan koperasi dapat tumbuh dengan baik.
Modal yang diperoleh koperasi ini berasal dari simpanan wajib dan simpanan pokok. Simpanan wajib dan simpanan pokok ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh para anggota koperasi. Sistem pembayaran simpanan wajib dan simpanan pokok yaitu dipotong dari gaji para anggota setiap bulannya. Nominal dari simpanan wajib dan simpanan pokok disepakati bersama melalui rapat anggota yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Modal yang diperoleh koperasi SILOKA pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp15.000.000,00 dengan Laba sebesar Rp40.000.000,00 dan pengeluaran biaya operasional sebesar Rp6.000.000,00. Dalam mekanisme penyusunan laporan keuangannya, koperasi ini menyusun laporan keuangan setiap satu tahun dan kemudian hasil dari laporan keuangan tersebut akan di audit oleh tim auditor independen yang bersertifikat sebagai auditor resmi dan diakui oleh negara.

Jumat, 28 September 2012

Pengertian,Perkembangan dan Dasar-Dasar Hukum Koperasi

1. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan suatu kumpulan orang yang saling bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan dilandasi asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Koperasi dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Berdasarkan fungsinya koperasi terdiri dari Koperasi konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Jasa. Berdasarkan tingkat dan luas daerah kerjanya Koperasi terdiri dari Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder.

2. Perkembangan Koperasi di Indonesia
Koperasi di Indonesia pertama kali dirintis pada tahun 1896 di Purwokerto, Jawa Tengah, oleh R.Aria Wiraatmadja dengan mendirikan sebuah Bank yang diperuntukan bagi Pegawai Negeri. Kemudian gerakan koperasi diteruskan oleh asisten residen Belanda yang bernama De Wolffvan Westerrode. Pada tahun 1915 Budi Utomo memiliki andil yang cukup besar bagi koperasi dengan dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging dan Regeling Inlandschhe Cooperatiev pada tahun 1927. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang turut menyebarluaskan semangat koperasi. Pada masa pendudukan Jepang koperasi (kumaika) mengalami kemunduran, dengan disalahfungsikan sebagai lembaga yang justru merugikan masyarakat. Pada tanggal 12 Juli 1947, koperasi di bawah pimpinan R. Aria Wiraatmadja mengadakan kongres di Tasikmalaya yang hasilnya menetapkan bahwa tanggal 12 Juli adalah hari  koperasi Indonesia .
Saat ini Koperasi berada dibawah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang dipimpin DR. Syarifuddin Hasan,MM. MBA.

3. Dasar-Dasar Hukum Koperasi
Dasar hukum koperasi tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 dan Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Pada UUD 1945 pasal 33 ayat 1 disebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Sedangkan pada Undang-undang No. 25 tahun 1992 disebutkan tentang pengertian koperasi, seperti yang tertuang dalam pasal 1 yang salah satunya berbunyi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Selain itu, dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992 pasal 4 juga dijelaskan mengenai peran dari koperasi, yaitu :
1. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
3. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya
4. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.